BANDARLAMPUNG–Alih-alih berniat membalas kekalahannya saat berlaga di kandang Perserang Serang, tim PSBL malah terancam hukuman disiplin dari PSSI.
Ini menyusul kerusuhan yang terjadi usai PSBL dipermalukan di depan publiknya sendiri setelah kalah 2-0 oleh Perserang pada laga kandang kedua PSBL, di Stadion Pahoman Bandarlampung, Sabtu (18/2).
Kerusuhan pecah saat pertandingan hanya tersisa lima menit. Berawal dari terjadinya sebuah pelanggaran, para pemain malah terlibat baku hantam di arena lapangan.
Dalam pertandingan ini, pemain kedua tim sama-sama terbakar emosi. Bahkan, wasit yang memimpin pertandingan juga tidak luput dari incaran para pemain tuan rumah. Situasi semakin tidak terkontrol saat penonton ikut terbakar emosi. Bahkan, tenda ofisial Perserang Serang pun ikut roboh.
Dengan kejadian memalukan ini, tim Gajah Beringas terancam mandapatkan sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Demikian diungkapkan oleh Basor selaku pengawas pertandingan dari PSSI. “Kejadian ini akan kami laporkan kepada Komdis, apakah PSBL dapat sanksi atau tidak,” singkatnya.
Jalannya pertandingan PSBL kontra Perserang sendiri sebenarnya menampilkan pertunjukan yang menarik. Hal ini terlihat kedua kubu terlihat saling serang sejak kick off babak pertama dimulai.
Namun, keberuntungan masih belum berpihak kepada kubu tuan rumah yang tak mampu melesakkan gol. Malah, Perserang mencuri dua gol yang masing-masing dilesakkan Rizky pada menit 2 dan Riyanto di menit ke-47. Gol ini pun sontak meruntuhkan mental bertanding anak-anak PSBL.
Pelatih PSBL Lampung, Aidi Sofyan turut menyayangkan terjadinya insiden keributan tersebut. Menurut Aidi, anak asuhnya terkesan bermain terlalu tegang. “Mental anak-anak juga kurang baik. Kami menyayangkan kejadian ini,” kata Aidi.
Mengenai ancaman sanksi dari PSSI, Aidi mengaku hanya bisa pasrah. Namun, Aidi berharap PSBL dapat lolos dari ancaman sanksi tersebut karena peluang untuk lolos dari grup IV masih terbuka.
Sementara, pelatih Perserang, Solihin mengatakan kejadian tersebut adalah bukti tidak berjalan maksimalnya pembinaan sepakbola di tingkat daerah. Menurut Solihin, peristiwa tersebut merupakan yang pertama kali menimpa klubnya sepanjang perjalanan divisi I IPL.
Tim PSBL sendiri dijadwalkan akan kembali bermain di kandang menjamu Persikad Depok, pada Rabu (22/2) besok di Stadion Pahoman Bandarlampung.
Dengan kekelahan itu, PSBL gagal mengambil alih puncak klasemen grup IV dan masih terpaku di posisi tiga dengan enam poin. Sedangkan Perserang menjadi penguasa klasemen sementara dengan torehan 11 poin. (jef)











Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, pornografi atau berbau SARA.