BANDARLAMPUNG-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung akan menganggarkan dana perbaikan keseluruhan bagi sarana dan prasarana olahraga yang ada di Lampung. Meski untuk saat ini, perbaikan belum maksimal, seperti untuk lapangan voli pasir yang ada di komplek PKOR Wayhalim Bandarlampung.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dispora Lampung Sugiarto, saat meninjau perbaikan lapangan voli pasir, kemarin.
Dikatakannya, untuk saat ini pihaknya hanya sanggup untuk memperbaiki dan mengganti pasirnya terlebih dahulu, karena tidak memakan dana yang banyak. “Kami baru sanggup ganti pasirnya aja dulu, biar atlet PON bisa latihan. Untuk ganti pasir ini saja menghabiskan dana sekitar Rp15 juta, untuk dua lapangan voli pasir,” sebutnya di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, dalam melakukan pergantian pasir di lapangan voli pasir ini, diperkirakan akan menghabiskan pasir sebanyak 140 kubik. Mengenai pasir yang cukup refresentatif untuk latihan sendiri adalah pasir yang berasal dari Tanjung Selaki.
“Perbaikan ini tahap awal, karena nantinya kita akan mencoba menganggarkan untuk renovasi lapangan. Karena dari ukurannya juga lapangan ini kurang dan tidak standar internasional. Mudah-mudahan tahun 2013 bisa rehap total”, tandasnya.
Sementara menurut Sucipto selaku sekretaris umum Pengprov PBVSI Lampung, tempat latihan yang ada saat ini harus disesuaikan dengan kondisi tempat bertandingnya PON XVIII di Pekanbaru Riau September mendatang.
“Lapangan ini cukup bagus untuk lakukan latihan, tidak jauh berbeda dengan kondisi cuaca yang ada di Bengkalis tempat lokasi pertandingan bola voli pasir PON mendatang. Cuaca disana anginya relatif kencang, sedangkan disini, ya lumayan lah anginnya cukup kencang,” katanya.
Ia pun berharap, dengan adanya pergantian pasir di lapangan voli pasir ini, bisa memperlancar program pelatprov, guna mempersiapkan atlet-atlet menuju ke PON XVIII Pekanbaru Riau. (jef)
PERBAIKAN. Kepala Dispora Provinsi Lampung Sugiarto (kanan) saat meninjau perbaikan lapangan bola voli pasir di kompleks KOR Wayhalim, kemarin (7/2).(Foto Jefri Arifin)











Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, pornografi atau berbau SARA.