BANDARLAMPUNG–Menyusul terbitnya aturan baru yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kini menjadi dinas yang ‘gemuk’. Pasalnya, beberapa anggaran untuk organisasi masuk dan dibawahi oleh Dispora.
Ini juga diakui oleh Kepala Dispora Bandarlampung Suwandi, saat ditemui di ruang kerjanya di bilangan Stadion Pahoman Bandarlampung, kemarin (7/2).
Dikatakannya, sejak bergabungnya anggaran organisasi yakni KONI, Pramuka, Perwosi, KNPI dan BPOC ke Dispora, maka beban pekerjaan dan tantangan Dispora Bandarlampung juga semakin besar. “Asalnya, sifatnya mendukung program dari walikota, Dispora siap apapun ketentuan yang berlaku terlebih dalam menjalankan Perpres ini,” tegasnya.
Lebih lanjut Suwandi menyebutkan, dengan masuknya anggaran beberapa organisasi yang ada di Kota Bandarlampung ini, pihaknya juga harus menyesuaikan aturan yang ada, yang semula anggaran untuk organisasi tersebut berupa DPA tapi kini untuk pencairannya harus melalui susunan rencana kegiatan.
“Saat ini yang dirasakan Dispora Bandarlampung menjadi dinas yang besar karena mengelola cukup banyak anggaran. Saharusnya Dispora hanya mengelola anggaran sebesar lebih dari Rp800 juta. Tapi karena adanya aturan perpres tersebut, Dispora mengelola anggaran sebesar Rp4 miliar lebih,” jelasnya.
Khusus Dispora, anggaran tahun 2012 ini sebesar Rp800 juta lebih, sedangkan untuk KONI Bandarlampung Rp2,5 miliar, untuk Pramuka Rp550 juta dan untuk Perwosi sebesar Rp300 juta. Yang dulunya masuk kedalam anggaran Bantuan Sosial, tapi kini masuk ke dalam kegiatan.
Mengenai minimnya anggaran yang ada pada Dispora Bandarlampung sebesar Rp800 juta, pihaknya tetap bersyukur. Pasalnya, anggaran tersebut sedikit meningkat dari anggaran tahun 2011 lalu yang diperuntukan untuk kegiatan olahraga dan pemuda.
“Saat pembahasan, Dispora mengajukan anggaran sebesar Rp1,3 miliar, tapi karena kemampuan APBD hanya menyanggupi Rp800 juta. Akhirnya Dispora menerima anggaran sebesar itu,” imbuhnya.
Yang jelas dengan anggaran tersebut, Dispora Bandarlampung akan tetap menjalankan semua program yang ada. “Kalau dibilang kecil yang memang kecil, tapi jika dibandingkan dengan anggaran Dispora kabupaten lainnya, anggaran kita termasuk besar,” tandas Suwandi. (jef)











Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, pornografi atau berbau SARA.