JAKARTA-DPR masih memilih vendor mana yang menawarkan harga finger print yang lebih murah. Semula, sebuah vendor menawarkan Rp4 miliar. "Lalu, turun lagi. Ada vendor yang lain (menawarkan) Rp3,7 miliar. Lebih murah," kata Soemirat, Kepala Biro pemeliharaan bangunan dan instalasi Setjen DPR, Rabu 4 Januari 2012.
Menurutnya, berbagai vendor menawarkan alat dengan berbagai harga, tapi yang paling mahal adalah bagian piranti lunak atau software. "Ada yang Rp9,5 juta. Ada juga yang Rp5,5 juta. Yang mahal ternyata software-nya. Itu sudah termasuk CCTV dan sistem aplikasi yang kita inginkan apa," jelasnya.
Alat-alat ini nantinya akan ditempatkan di beberapa titik di Gedung DPR. "Kalau pintu masuk sidang paripurna ada 16 finger print, 8 masuk, 8 keluar," jelasnya. Alat ini akan diletakkan di dua pintu besar depan, satu pintu besar samping dan dua pintu besar belakang. "Kalau dikehendaki kurang (dari 16), harganya turun." (viv)











Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, pornografi atau berbau SARA.