Rakyat Lampung Online

Sesalkan Penganiayaan

Email Cetak PDF
AddThis Social Bookmark Button

KALIANDA-Kapolres Lampung Selatan AKBP Tatar Nugroho tidak membantah telah terjadi penganiayaan terhadap Andri Saputra (29) seorang saksi dalam kasus dugaan kepemilikan 2 butir ineks dengan cara diseterum oleh oknum aparat Polres Lampung Selatan. Namun demikian, dalam jumpa pers yang digelar kemarin, mantan kapolres Lambar ini menyatakan tidak seluruh pemberitaan yang dilansir oleh sebuah harian terbitan Lampung itu benar.

Dia menjelaskan, setrum yang dipergunakan oleh oknum anggota tersebut, bukan yang berasal dari listrik yang memiliki tengangan tinggi. “Setrum itu berasal dari alat yang sumber energinya dari baterai, yang artinya dengan kekuatan setrum rendah. Itu pun tidak langsung menyentuh korban (Andri Saputra, Red), tapi dengan cara ditempelkan ke borgol,” ujar kapolres yang didampingi kasubag Humas Polres setempat AKP Feriya.

    Kapolres juga menambahkan, tidak benar jika penyetruman tersebut berlangsung hingga 3 jam. ”Jika memang diestrum selama 3 jam, saya rasa manusia bisa meninggal. Apa lagi jika dengan setrum listrik yang berkekuatan tinggi. Namun yang terjadi adalah, saksi diperiksa oleh anggota sesuai dengan prosedur berita acara pemeriksan (BAP),” imbuhnya.

    Kendati demikian, kapolres berjanji untuk mengusut tuntas terhadap dugaan penganiayaan ini. Kapolres mengaskan, tindakan sudah dilakukan dengan mengeluarkan surat perintah pemeriksaan oleh propam terhadap oknum anggota Polri tersebut. (*)

 

Beri Komentar

Redaksi menerima komentar terkait berita yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, pornografi atau berbau SARA.


Security code
Refresh