TERBANGGIBESAR–Tragis. Ar Seorang bocah berusia 8 tahun warga Kampung Adijaya Dusun Adi Luweh Terbanggi Besar Lampung Tengah, Minggu (19/2) siang, tewas setelah tercebur irigasi sedalam 1,5 meter dan terseret arus. Padahal, Ar dan sang ibundanya saat itu sedang menunggu hadiah dari kupon sepeda santai.
Korban diketahui tewas setelah berusaha buang air kecil bersama rekannya Mi di aliran irigasi tersebut. Korban Mi sempat di bawa ke Rumah Sakit Islam Bandarjaya untuk dilakukan bantuan pernafasan dan pemompa jantung, beruntung nyawa Mi masih dapat tertolong. Sementara, Ar tewas setelah jasatnya ditemukan satu jam di dalam saluran irigasi.
Asnawi, paman korban mengatakan, saat kejadian keduanya bermaksud buang air kecil di saluran irigasi. Mereka baru saja mengikuti kegiatan sepeda santai bersama kedua orangtua mereka.
Sembari menunggu pengundian kupon hadiah, korban Ar sempat berpamitan buang air kepada ibunya, Siti Latipah. Tak disangka, Ar bersama Mi ternyata menuju irigasi yang tak jauh dari jangkauan orangtuanya.
Tidak banyak saksi mata yang mengetahui langsung bagaimana kronologi jatuhnya kedua bocah tersebut. Namun, menurut keterangan sejumlah warga sekitar, keduanya sempat terlihat berada di tepian irigasi tanpa pengawalan satupun orangtuanya.
”Ibunya (Siti Latipah) ada di tengah lapangan menunggu undian saat anaknya ke irigasi bersama Mi," kata Asnawi.
Ibu korban baru tahu anaknya mengalami musibah setelah mendengar ada warga yang berteriak histeris karena melihat kedua bocah tersebut timbul-tenggelam terseret arus. Upaya penyelamatan segera dilakukan, tapi karena tubuh kedua bocah terlanjur tenggelam di tengah arus yang cukup deras, maka proses pencarian tidak berjalan mudah.
Warga hanya berhasil menyelamatkan Mi. Sementara, Ar nyawanya tidak tertolong akibat terlalu banyak menelan air irigasi tersebut. (zul)




Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, pornografi atau berbau SARA.