WAYJEPARA-Ribuan warga Desa Labuhanratu II Kecamatan Wayjepara Lampung Timur (Lamtim), Minggu (19/2) menghadiri pengajian akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H di Masjid Jamiatul Istiqomah.
Pengajian akbar diisi penceramah KH Abdul Aziz dari Braja Dewa dengan mengusung tema melalui peringatan maulid Nabi Muhammad SAW kita tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama.
Pada awal tausiyahnya KH Abdul Aziz menjelaskan tentang keutamaan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, dimana bagi mereka yang selalu mengingatnya dan menjadikan tauladan hidup maka mereka akan dapat safaat dari Nabi Muhammad pada yaumil kiamat.
“Nabi Muhammad adalah suri tauladan dari segala aspek kehidupan, dan apabila semua tauladan itu diterapkan dalam masyarakat, maka dipastikan kehidupan ini akan damai, oleh karenanya semua prilaku hidupnya adalah sunah dan barang siapa menjadikan teladan hidup maka berarti mereka mencintai Nabi Muhammad,” urainya.
Dicontohkan KH Abdul Aziz dalam kehidupan Nabi Muhammad yang dapat dijadikan tauladan di zaman sekarang, seperti bagaimana cara rasul dalam mendidik umat, bagaimana cara rasul dalam menjalin hubungan dengan tetangga yang selalu menekankan pada kerukunan dan kedamaian.
“Bila kita inginkan safaat dari Nabi Muhammad, maka kita harus melakuikan semua apa yang diajarkan, oleh karenanya saya mengajak agar seluruh jamaah yang mengikuti pengajian hari ini, selepas pengajian ini nantinya ada perubahan sikap dalam menjalankan hubungan dalam bertetangga, dan bermasyarakat sehingga akan terjalin persudaraan dan persahabatan yang dapat menimbulkan kedamaian,” lanjutnya.
KH Abdul Aziz juga mengingatkan banyaknya perilaku umat manusia di dunia yang penuh dengan dosa dan keburukan telah berdampak pada banyaknya musibah di Indonesia yang datang silih berganti. “Sebagai umat muslim, sudah saatnya kita dapat merubah prilaku hidup kita sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad,” pungkasnya. (zal)




Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, pornografi atau berbau SARA.