PELAKSANA Bupati Lampung Timur Erwin Arifin melakukan temu lapang di Desa Sukadana Ilir dengan Petani dan Peyuluh dalam rangka peningkatan produktivitas lahan kering masam, Selasa (5/7).
Acara tersebut dihadiri kepala Balitbang Kementerian Pertanian, kepala Dinas Pertanian Provinsi Lampung, kepala Dinas Pertaniaan Kabupaten Lampung Timur dan kepala Badan Peyuluhan Pertanian, Perikananan dan Kelautan Kabupaten Lampung Timur serta peyuluh se-Kabupaten Lampung Timur dan beberapa kelompok tani juga masyarakat Kecamatan Sukadana Ilir Kabupaten Lampung Timur.
Penelitian Lahan Kering Masam ini dilakukan oleh Balitbang Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam hal ini Balitkabi Malang Kabupaten Lampung Timur salah satu kabupaten penelitian pengembangan Lahan Masam untuk tumpangsari Tanaman ubi kayu dan kacang kedelai, kacang tanah mengingat Kabupaten Lampung Timur memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan sangat potensial untuk dikembangkan dalam rangka peningkatan produktivitas hasil pertanian. Temu Lapangan ini dibuka oleh pelaksana bupati Lampung Timur dilanjutkan panen kacang tanah hasil penelitian Balitbang Kementerian Pertaniaan Republik Indonesia.
Pelaksana bupati Lampung Timur dalam sambutan menjelaskan temu Lapang ini terselenggara atas kerjasama antara Balitkabi Malang, BBPT Provinsi Lampung serta dinas instansi terkait sektor Pertanian Kabupaten Lampung Timur.
Dalam sambutannya pelaksana bupati Lampung Timur menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian dalam hal ini Balitbang Kementerian Pertanian yang telah melakukan penenelitian dalam rangka peningkatan produktivitas lahan kering masam melalui tumpangsari ubi kayu, kedelai dan kacang tanah serta penggunaan pupuk hayati dan pupuk organik. Diharapkan dengan berhasilnya penelitian ini dapat dijadikan sebagai siklus alih teknologi pertanian kepada petani singkong di Kabupaten Lampung Timur.
Dijelaskan bawa luas lahan ubi kayu mencapai 39.675 ha dengan produksi 961.019 ton angka ini terus meningkat dan produksi tersebut menempati urutan nomor tiga terbesar di Provinsi Lampung. Dengan penelitian ini pelaksana bupati Lampung Timur mengaharapkan agar peyuluh pertanian dapat terus memberikan peyuluhan atas keberhasilan tumpangsari ubi kayu, kedelai dan kacang tanah sehingga keberhasilan tersebut dapat meningkan taraf hidup petani ubi kayu di Kabupaten Lampung Timur.
Dalam sambutan terakhirnya pelaksana bupati Lampung Timur mengharapkan pada sesi taya jawab dengan Balitbang Kemementerian Pertanian Republik Indonesia agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh peyuluh pertanian dan petani untuk dijadikan sebagai proses alih tumpangsari ubi kayu, kedelai dan kacang tanah. (Adv)











Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, pornografi atau berbau SARA.