KOTAAGUNG-Kementerian Pertanian menargetkan pada tahun 2012 mendatang pemerintah tidak lagi melakukan impor beras. Hal ini dikatakan Wakil Menteri Pertanian DR Rusman Heriawan saat melakukan panen raya di lokasi demfarm di Pekon Mulangmaya Kecamatan Kotaagung Timur Kabupaten Tanggamus, Rabu (28/12).
Menurutnya, pemerintah tidak lagi melakukan impor beras karena pada tahun 2012 mendatang Kementerian Pertanian menargetkan hasil produksi padi mencapai surplus lebih dari 3,5 persen, sehingga akan mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional.
“Kita terus berupaya meningkatkan produktivitas panen padi dengan berbagai program seperti ekstensifikasi, perluasan lahan pertanian dan pengoptimalisasi lahan,” kata dia.
Dijelaskan, perluasan lahan tersebut bukan hanya dari pihaknya saja karena BUMN akan memperluas lahan hingga 100 ribu haktar juga. Sedangkan pihaknya memperluas lahan hingga 100 ribu hektar sehingga jumlahnya mencapai 200 ribu hektar yang tersebar di provinsi atau kabupaten yang memang
memiliki potensi untuk dilakukan perluasan lahan yang memadai.
Kemudian, lanjut dia, program lainnya yakni mengurangi makan beras kemudian mengganti dengan makan tanaman lokal seperti ubi jalar dan singkong.
“Dan meningkatkan kecerdasan petani dalam mengolah lahan padi mereka sehingga dapat menghasilkan produksi padi yang meningkat,” jelasnya.
Ia berharap Bulog dapat melakukan pembelian beras petani secara maksimal di tahun 2012 mendatang untuk mencukupi stok pangan nasional. Dimana, menurutnya, selama ini Bulog merasa keberatan untuk melakukan pembelian beras petani, karena harga pasaran jauh melebihi HPP (harga pokok penjualan) yang ditetapkan pemerintah.
Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan stok pangan, Bulog melakukan impor beras dari Vietnam dan Thailand.
“Kita sudah memiliki kesepahaman dengan Bulog terkait dengan pemenuhan stok pangan nasional. Dan rencananya Bulog akan melakukan pembelian beras petani secara maksimal,” pungkasnya.
Sementara salah satu anggota Komisi 4 DPR RI Sadin mengatakan, bahwa guna mendukung suksesnya program tersebut, pemerintah pusat telah membuat program khusus di Provinsi Lampung seperti pengadaan handtractor dan pompa air, dana PUAP senilai Rp100 juta perkelompok petani dan bantuan modal usaha tani.
Menurutnya, telah disalurkan di 6 kabupaten/kota antara lain yakni Lampung Selatan, Bandarlampung, Tanggamus, Pesawaran, Metro, Pringsewu. Serta akan mendirikan pembangunan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Pertanian.
“Dengan adanya program ini, diharapkan kedepan bagi daerah-daerah yang telah mendapatkan program bantuan dapat lebih meningkatkan produktifitas padi demi menunjang suksesnya swasembada beras di Provinsi Lampung khususnya,” terang Sadin. (nda)











Komentar Anda
klo yg dikatakan surplus itu produksi domestik ditambah stok cadangan beras hasil impor ya sama saja bohong.. surplus harus murni produksi domestik.
biasanya kan klo nunggu panen mesti stok menipis trs akhirnya impor. waktu panen, tu beras impor masih sisa.
semoga penyaluran dana dari pemerintah sampai pada subyek 100% tanpa ada potongan..