Rakyat Lampung Online

Home Berita Utama Berita Utama Foto Babaranjang ‘Adu Kambing’, 4 Tewas

Babaranjang ‘Adu Kambing’, 4 Tewas

Email Cetak PDF
AddThis Social Bookmark Button

MUARAENIM-Dua kereta api babaranjang bertabrakan di Simpang Empat Air Rimau Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muaarenim Sumatera Selatan, Minggu (19/2) dinihari. Empat orang dipastikan tewas dalam musibah ini.

PT KAI Divre III melansir ke-4 korban tewas adalah Jaswir (masinis), Ranggi (asisten masinis), Sunaidi (masinis) dan Sajidin (asisten masinis). Korban kini dibawa ke RS Bunda Prabumulih.

    Dilansir Detik.com, empat korban tewas dengan kondisinya mengenaskan. Sebagian besar tubuhnya terbakar. Berdasarkan kesaksian, korban selamat, Novi Efrizal (27), setelah bertabrakan, lokomotif kereta terbakar. Masinis dan asisten masinis kedua kereta terjebak, sementara kru lainnya tak bisa membantu.

    "Situasi tidak memungkinkan untuk menyelamatkan mereka," kata pembantu masinis KA Babaranjang Suka Cinta II itu, kemarin (19/2).

    Novi beruntung, karena sebelum tabrakan terjadi, dia sempat menyelamatkan diri. Kemudian dia meminta pekerja perbaikan rel di sekitar lokasi untuk menyelamatkan masinis dan asisten yang terjebak di dalam lokomotif.

    Tabrakan terjadi sekitar pukul 05.50 wib. Kereta api babaranjang BBR 36 yang disewa PT Batubara Bukitasam berangkat dari Stasiun Kecil Penimur dalam keadaan kosong. Dari arah berlawanan, kereta api babaranjang Suka Cinta II yang disewa PT Bara Alam Utama (BAU) meluncur dari Stasiun Kecil Niru. Lokomotif kedua kereta rusak parah. Hingga kini, belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut.

    Manager Humas PT KAI Drive III Jaka Jakarsih, masih dilansir Detik.com, mengatakan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 05.50 wib. Kereta api babaranjang BBR 36 yang disewa PT Batubara Bukitasam berangkat dari Stasiun Kecil Penimur dalam keadaan kosong, dikemudikan Jaswir dan Ranggi. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan, kereta api babaranjang Suka Cinta II yang berisi dari Stasiun Kecil Niru yang disewa PT Bara Alam Utama (BAU), meluncur.

    Untuk mengetahui penyebab kecelakaan, PT KAI tengah melakukan investigasi. "Kemungkinan besar juga akan datang petugas KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," tukasnya.

    Tak hanya lalulintas orang, kecelakaan kereta api ini juga membuat arus pasokan batubara juga tersendat. Puluhan ribu ton batubara tak bisa dikirim ke Pulau Jawa. "Tapi penghentian ini kita targetkan selama 12 jam," kata Jaka Jakarsih.

    Dijelaskan Jaka, dalam satu hari angkutan batubara dari Tanjungenim Kabupaten Muaraenim, ke Pulau Jawa dan lainnya melalui Palembang dan Lampung sebanyak 12 kereta api. Tiap kereta api membawa 40 gerbong dengan muatan 200 ton batubara. Artinya, ada 24 ribu pengangkutan setiap hari.

    "Penghentian ini sementara ini sekitar setengah pasokan yang terhenti. Tapi kekurangan ini akan kita tambahkan pada pengangkutan berikutnya," kata Jaka.

    Sebagai informasi, jalur KA Babaranjang di Sumatera Selatan relatif cukup padat, dibandingkan dengan angkutan penumpang. Hal ini dikarenakan eksploitasi batubara di Sumatera Selatan, khususnya di wilayah Muaraenim dan Lahat cukup tinggi. Misalnya, pada tambang batubara di Tanjungenim Kabupaten Muaraenim, tersimpan 15,6 miliar ton batubara. Ini berarti kalau dieksploitasi sebanyak 50 juta ton setiap tahun, maka baru akan habis selama 200 tahun.

    Guna mengangkut batubara tersebut, sejumlah perusahaan menggunakan truk, kapal tongkang, dan kereta api. Khusus untuk kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Sumatera Selatan bekerjasama dengan PT Bukit Asam, PT Bara Alam Utama.

    "Jumlahnya gerbongnya ribuan, tapi gerbong dan kereta api kita juga digunakan buat mengangkut pulpa dan semen," jelas Jaka.

    Kecelakaan kereta api ini bukan yang pertama kali terjadi. Medio tahun 2008, kereta pengangkut kertas juga pernah terguling di kawasan Waylunik Telukbetung Selatan. Tidak ada korban jiwa namun menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

    Lalu tahun 2003 ketika kereta api penumpang bertabarakan dengan Babaranjang dan menyebabkan beberapa orang tewas. Beberapa petugas PT KAI bahkan sempat dimejahijaukan karena dianggap lalai. (dtc/ilo)


BABARANJANG MAUT. Tragedi babaranjang di Muaraenim Sumsel, Minggu dinihari. Empat orang tewas dalam kecelakaan ini.(Foto JPNN)
 

Beri Komentar

Redaksi menerima komentar terkait berita yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, pornografi atau berbau SARA.


Security code
Refresh


User's Online

Ada 67 tamu online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterHari Ini216
mod_vvisit_counterKemarin2085
mod_vvisit_counterMinggu Ini15793
mod_vvisit_counterMinggu lalu21515
mod_vvisit_counterBulan ini55675
mod_vvisit_counterBulan Lalu106123
mod_vvisit_counterJumlah1106140

Your IP: 38.107.179.242
 , 

Berminatkah anda beriklan di situs ini?