BANDARLAMPUNG-Kerap terjadi kecelakaan, karena tidak adanya rambu-rambu lalulintas U-Trun (Putar arah) serta tidak ada petugas yang mengaturnya. Oleh karena itu Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, dapat menempatkan petugas di Jalan Juanda, depan SDN 2 Rawa Laut.

“Di situ banyak sekali kendaraan yang memutar arah, apalagi dari arah flyover Satelit, kendaraan memutar ke depan stadion itu, di situ juga padat sekali apalagi di jam-jam sibuk pagi dan sore hari, rentan sekali terjadi kecelakaan,” ujar Pandu Kesuma Dewangsa, kemarin.

Banyaknya kendaraan yang memutar arah, karena di jalan tersebut tidak ada rambu-rambu lalulintas di larang memutar arah. “Ya baiknya, ini usulan pribadi ya, kalau mau putar arah kendaraan masuk dulu ke kantin pertiwi atau depan DPD I Golkar itu, juga kalau bisa median jalannya di panjangin sehingga mobil tidak bisa putar arah, serta dikasih rambu-rambu lalu lintas,” ungkapnya.

Berputar arah di depan stadion Pahoman itu sangat berbahaya, apalagi jika jam sekolah masuk di pagi hari, kendaraan ramai dan padat. “Dulu saya pernah usulkan langsung ke Dishub saat hearing, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. Dulu saya juga minta petugas atur lalu lintas, dan sekarang ada petugasnya, tapi kendaraan putar balik ini sangat bahaya, disamping bisa memicu kemacetan, yang fatal adalah kecelakaan. Karena dari kendaraan arah Jalan Way Sekampung atas masjid Al-Muslimin, tidak bisa melihat karena memang jalan di stadion itu sedikit melengkung, maka sering terjadi kecelakaan kalau ada yang putar arah,” jelasnya.

Ujung pemisah dari flyover Gajah Mada, di jalan Juanda, Pahoman, atau depan DPD I Partai Golkar, sering sekali terjadi kecelakaan lalulintas, dan disitu juuga tidak jarang terjadi kemacetan.

Dan memang, imbuh Politisi PPP ini, tidak ada U-Trun di lokasi tersebut. Akan tetapi, kendaraan dari arah fly over Gajah Mada, sering sekali mengambil dan belok langsung, sehingga dari arah Juanda sering terjadi kecelakaan laulintas.

Terlebih kawasan tersebut bila saat jam- jam macet, tidak dipungkiri masyarakat pun merasa kesal dengan tindakan kendaraan yang memutar arah dengan seenaknya dikawasan yang bukanlah tempat U-Trun. “Bahkan kalau jam anak pulang sekolah, jalan yang berada di kawasan tersebut seketika bisa berubah menjadi kawasan parkir para orang tua yang ingin menjemput anak mereka, dari sekolahan Xaverius dan SD Teladan,” paparnya.

Nah, Melihat kegaduhan yang tiada menentu, Politisi PPP ini, meminta adanya penempatan petugas Dishub dalam mengatur lalu lintas dikawasan tersebut, “memang ada petugas disekitar situ tapi mereka malah duduk-duduk saya lewat situ mereka asik di pos jaga mengobrol, kan harusnya mereka ini mengatur kendaraan yang lalu lalang di kawasan tersebut bukan nggak ada tugas seperti itu, untuk apa menempatkan petugas yang tidak mau bekerja,” tandasnya. (ron)

LEAVE A REPLY