BANDARLAMPUNG–Melihat carut-marutnya hasil pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung, dimana banyak sekali pelanggaran yang terstruktur sistematis dan masif (TMS) bahkan banyak sekali temuan-temuan pelanggaran money politick sehingga DPRD Lampung membentuk panitia khusus (Pansus).

Dan melihat hal tersebut kader militan partai golkar, Barlian Mansyur mengundurkan diri dari pengurus partai partai berlambang pohon beringin tersebut. “Saya mengundang kawan-kawan ini, terkait apa yang jadi keinginan saya, dimana saya harus ambil keputusan, ini ada konsekwensi masalah logis politik, saya sendiri sudah hampir 30 tahun lebih di golkar, perjuangan golkar berdarah-darah apa yang diberikan kepada saya sudah luar biasa 3 priode jadi anggota DPRD itu bukan hal yang mudah butuh perjuangan panjang dan pengalaman tentu dilakukakn dengan etika dan lainnya,” ujar Anggota DPRD Bandarlampung, Barlian Mansyur, di fraksi Golkar, Jum’at (6/7).

Golkar Lampung di bawah pimpinan Arinal Djunaidi, seorang pimpinan partai harus pandai memilah masalah dan nesti flaksible, bukan sekehendak pribadi, partai politik bukan lah birokrasi yang bisa sekehendak sendiri. “Pemimpin partai yang baik, harus bisa mendengarkan aspirasi dari mana saja, ini yang membuat saya kecewa, bahkan dengan cara-cara pilgub yang seperti ini tentu hati nurani saya tidak menerima, sampai ada pansus kan di DPRD provinsi Lampung, kalau begini terus mau di bawa kemana negara ini,” jelasnya.

“Saya sendiri tentu, banyak ikut andil di dalam membesarkan partai, meski tidak seujung kukunya, juga saya kecewa tidak dicalonkan oleh partai golkar Lampung, makanya saya mundur, dari pengurus golkar Lampung, kemelut yang terjadi saat ini berimbas pada saya sehingga saya tidak dicaonkan, ada hal yang subjektif sekali yang dilakukan Arinal Djunaidi,” ungkapnya.

Sebelum pilgub, terus anggota komisi I DPRD Kota Bandarlampung ini, DPD I Golkar akan mencalonkan dirinya. Namun, selama dipimpin Arinal Djunadi, mungkin karena latar belakang birokrat, sehingga ia tidak fleksible. “Di bawah pimpinan Arinal ini, Golkar semau gw aja, pasti selalu dia bilang, tau apa kamu, saya ini lebih tau. Begitukah seorang pemimpin, makanya langkah saya mundur dari pengurus Golkar, jabatan saya adalah Kooordinator pemenangan wilayah 1 kota Bandarlampung. Jadi saya nunggu apa kangkah dari DPD Golkar Lampung. Kalau memang mereka akan melakukan PAW saya terima dan tunggu langkah berikutnya,” tandasnya. (ron)

LEAVE A REPLY