BANDARLAMPUNG-Ratusan masa di Kabupaten Pringsewu ngeruluk melakukan aksi masa didepan kantor DPRD Pringsewu, mereka menuntut agar Bawaslu Lampung menindak tegas money politic dan menganulir calon gubernur Lampung, nomor urut 3 Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim.

Menanggapi aksi masa tersebut, wakil ketua Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kabupaten Pringsewu, Suryo Cahyono SH, menjelaskan jika pihaknya sudah menerima unsur masyarakat baik mahasiswa dan utusan masyarakat, yang melakukan protes atas hasil pilkada gubernur Lampung di Pringsewu, karena dinilai Gakumdu dan Panwaslu setempat tidak menaikkan laporan masyarakat tentang money politik yang terjadi di Pringsewu.
“Ya demo biasalah, masyarakat yang menyatakan bahwa cagun nomor 3 bisa dianulir, karena melanggar aturan banyak money politik, bahkan ada yang tertangkap tangan (OTT) tapi laporan masyarakat dengan Panwaslu tidak di teruskan, bahkan dinilai tidak cukup bukti, karenanya kami juga fraksi PDIP mengawal dan semua sudah kita laporkan ke DPP PDI Perjuangan,” ujar Cahyo, kemarin.

Karena itu juga, fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kabupaten Pringsewu, akan mengawal apa yang sudah dilaporkan masyakat, tentang money politik yang dilakukan cagub nomor 3 Arinal-Nunik. “Kami ini adalah kepanjangan tangan partai, makanya frakai kalau ada intruksi dari partai hatlrus kita beck up kll, kita beck up apa yang jadi laporan masyakat, saya yakin rakyat trauma dengan apa yang telah terjadi di demokrasi Indonesia,” jelasnya.

“Pada intinya, masa meminta Bawaslu mendiskualifikasi paslon cagub Arinal-Nunik, karena banyak sekali melakukan money politik, apalagi melihat kondisi kemaren ada yang kena OTT, temuan partai sama panwas ngak ada yang di proses, makanya kita lapor ke DPP, kita kasian sama masyarakat karena jadi korban demokrasi yang tidak baik, kita juga nggak mau kejadian ini terukang lagi pada pemilu berikutnya,” tandasnya. (ron)

LEAVE A REPLY