Dikenal Tak Mau Pasang Bendera Merah Putih

0
159

PRINGSEWU -Dua orang terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88, yaitu Uj (43) dan Im (42), ternyata di rumah mereka di Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, tidak pernah mau memasang bendera merah putih setiap HUT RI.
Seperti diketahui, Uj (43) dan Im (42) telah ditangkap Tim Densus 88. Mereka diamankan dari dua rumah berbeda. Mereka digerebek hanya berjarak sekitar 200 meteran dari ruas jalan raya lintas Pekon Waringinsari Barat sekitar pukul 08.30 WIB, Minggu (3/6).
Kepala Pekon Waringinsari Barat, Woto Siswoyo mengakui kedua warga yang ditangkap itu memang tidak mau memasang bendera merah putih setiap hari besar, seperti peringatan HUT RI.
“Bahkan kita yang mengalah. Dibelikan, dikasih, disuruh pasang, masih juga nggak mau. Malah minta dituruni, dicopot. Bahkan kita sudah datang melakukan pembinaan, kenapa alasan tidak mau pasang bendera, tapi tidak berhasil,” ucapnya lirih.
Woto melanjutkan, keduanya memang sudah cukup lama menetap tinggal di Pekon Waringinsari Barat. Untuk UJ asli dari Brebes. Sementara IM berasal dari Pati Jawa Tengah.
“Sudah puluhan tahun tinggal di sini (Waringinsari Barat, Red). Bahkan keduanya masing-masing memiliki tiga anak. Tapi anak-anak mereka tidak ada yang disekolahkan, hanya di pondokan saja,” katanya.
Woto baru mengetahui adanya penangkapan setelah mendapatkan telepon dari Babinkamtbimas untuk menyaksikan pengeledahan dari kepolisian di rumah warga berinsial Uj.
“Saya disuruh menyaksikan pegeledahan di rumah berinsal Uj. Ikut diamankan satu kantong plastik barang bukti, buku-buku jihat. Keduanya ditangkap di rumah yang berbeda,” ucap Woto di kediamnya.
Woto menyatakan, keduanya terkenal tertutup dengan masyarakat. Untuk inisial Uj berprofesi sebagai pedagang obat apotik di kediamnya. Sedangkan yang berinsial IM berprofesi sebagai pedagang keripik di rumahnya.
“Mereka orang tertutup. Sama saudaranya sendiri hajatan nggak mau datang. Bahkan kegiatan desa mereka nggak pernah mau ikut dengan aturan. Inti mereka anti dengan pemerintah,” ucapnya.
Sementara itu Kapolsek Sukoharjo AKP Wahidin mengatakan, dirinya hanya diperintahkan atasannya untuk mengamankan tempat penangkapan yang dilakukan oleh Mabes dari Tim Densus bersama Polda Lampung dengan melakukan pemasangan polisi line di dua rumah warga yakni berinsial Uj dan IM.
“Namun secara persis saya belum tahu. Karena saya hanya mendapatkan perintah untuk mengamankan tempat dengan memasang garis polisi line,” singkatnya.(sol)

LEAVE A REPLY