ADA sekitar 70 persen penduduk di Provinsi Lampung bermata pencarian sebagai petani dan merka tinggal di pedesaan. Dan di Kabupaten Lampung Barat adalah salah satu penghasil kopi yang telah mendunia, namun masih banyak petani kurang sejahtera.

Namun demikian juga, para petani petani pasrah dalam melakukan aktifitas pertanian, baik waktu menanam karena kurang tersedianya benih bermutu, ketersediaan pupuk, pestisida, ditambah harga jual komoditi hasil pertanian yang kurang mensejahterakan petani.

Untuk itu Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung nomor urut 3, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik) komitmen ingin mengangkat kesejahteraan petani kopi di Lampung Barat khususnya. Mereka ingin memberikan semangat baru bagi petani. “Saya ingin kawal proses penggilingan kopi sampai penjualan. Mau enggak saya naikan harganya sampai 3 kali lipat. Sekarang harganya Rp 21 ribu, kalo Rp 60 ribu suka?,” kata Arinal di sela kampanye dalam bentuk lain berupa Jalan Santai Via Vallen bersama Arinal-Nunik di Lapangan Merdeka, Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (13/5).

Pihaknya komitmen ingin mengangkat kesejahteraan petani Lampung. Kabupaten Lampung Barat sebagai kabupaten konservasi, baiknya wilayah ini agar dijaga dengan baik, agar tidak menjadi penyebab bencana alam di kabupaten lain. “Maka ekologinya memberi kontribusi bagi rakyat, dan lahan pertanian buat kesejahteraan rakyat seperti komoditi sayuran. Kami tulus melayani rakyat,” paparnya.

Nah, program unggulannya Kartu Tani Berjaya, adalah kartu saktinya petani, baru di Lampung ada program Kartu Tani Berjaya yang tujuannya adalah untuk mensejahterakan petani. “Kartu ini adalah untuk kepastian petani dalam mendapatkan benih bermutu, ketersediaan pupuk dan obat-obatan (pestisida), kemudian hasilnya panennya bagus. Dan juga nanti pihaknya akan membantu meningkatkan harga jual komoditas pertanian yang menguntungkan petani,” jelansya.

Mantan Sekdaprov Lampung ini menambahkan, nantinya dirinya dan wakilnya, Nunik akan memberikan beasiswa bagi anak petani yang diterima di Fakultas Pertanian sampai lulus, baik jurusan perikanan, peternakan dan lainnya seperti di Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Lampung (Unila). (ron)

LEAVE A REPLY