BANDARLAMPUNG- Melihat semberautnya para pedagang kaki lima (PKL) dan tidak beraturannya parkir di tepi jalan seputaran pasar, menjadi sasaran Pol PP Kota Bandarlampung, untuk menertibkannya. Nah, yang menjadi titik target aparat penegak perda adalah enam pasar tradisional yang kerap menjamurnya para PKL yang berjualan di trotoar dan tepi jalan umum, yang dapat menimbulkan kemacetan lalulintas.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Penertiba Umum, Jan Roma, Senin (16/4). Menurutnya, kegiatan penertiban ini memanh salah satu kegiatan rutin Pol PP Kota Bandarlampung, namum memang diakuinya juga sudah beberapa lama ini timnya masih belum istqomah. “Iya ini kegiatan rutin kita, nah memang dulu sempet terkendala berbagai macam kendalanyaya, belum isitiqomah lah kira-kira, dan kegiatan ini juga akan kita mulai rutinkan kembali pada hari ini hingga mungkin menjelang Ramadhan nanti,” ujarnya, kepada awak media, Senin (16/4).

Bahkan, ia juga telah membentuk tim pengawas yang nantinya akan terbagi menjadi dua shif, yang akan terus mengawasi pengamanan disetiap titik kawasan sudut kota Bandarlampung. “Pembentukan tim pengawasan ini sendiri yang nantinya kita bagi menjadi dua shif yaitu satu shif pertama mulai di jam 07.00 hingga jam 12.00 siang, lanjutnya dari jam 12.00 hingga jam 15.00 sore, tugasnya tim pengawas sendiri yaitu mengawasi anggota yang berada dilapangan hingga waktu kerja selesai, insyaAllah pelaksanaan pengawasan ini sendiri akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Penertiban ini sendiri, terusnya dilaksanakan di enam pasar sekaligus, dimana kawasan pasar tersebut memang dijamuri oleh pedagang pedangan liar yag menjajakan dagangannya hingga tepi jalan dan trotoar. “Iya pengawasan akan dilakukan di 6 pasar yang diawali kawasan Jalan Pemuda, seputaran Simpur centre, Bambu Kuning, Pasar Pasir Gintung, Pasar Tugu, Pasar Way Halim, juga Pasar Panjang, disini juga kita akan lebih berpusat ke pasar Gintung dimana arus lalulintasnya dari penjara lama hingga pos polisi disitu,” terangnya.

Nah, penertiban sendiri meliputi penempatan para pedagang yang telah terlalu tak beraturan, juga penertiban terhadap parkir kendaraan yang tidak teratur, dan juga kedepan Pol PP juga akan memberi radius para pedagang hingga tak membuat pasar di kota Bandarlampung terlihat kumuh dengan tka beraturannya penempatan pedagang.

“Kita tertibkan semua, parkir kendaraan yang tidak beraturan, kita pindahkan sesuai yang telah di tempatkan, juga untuk oara pedagang mulai Kamis besok saya akan melakukan raduis atau batas para pedagang untuk berjualan, hal ini supaya kesan kumuh pada pasar berkurang malah kalau bisa hilang,” tandasnya. (yen)

LEAVE A REPLY