BANDARLAMPUNG- Minimnya Pendapatan Asli Daerah PAD dari sektor retribusi parkir tepi jalan yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub), membuat Komisi III DPRD setempat segera memanggil dan mempertanyakan terkait alasan pendapatan sektor parkir belum memenuhi target.

Demikian, diungkapkan ketua Komisi III Bandarlampung, Wahyu Lesmono, kemarin. Menurutnya, pihaknya akan memanggil hering Dishub, bukan tanpa alasan, hal ini berkaitan dengan adanya issue mengenai kebocoran dalam segi Pendapatan Retribusi Daerah. “Iya kalau memang ada kebocoran akan kita usut sampai tuntas, bila ketahuan ini bisa menjadi catatan kita untuk nantinya kita berikan laporan ke saber pungli. Atau bahkan bila ada oknum PNS yang ikut terlibat dalam kebocoran ini, kita usulkan dipecat saja, kita apresiasi sikap pemkot dalam menindak tegas,” ujar Wahyu kepada Rakyat Lampung, kemarin.

Bahkan, politisi PAN ini juga akan menelisik soal setoran UPT Parkir Dishub yang menyetror retribusi parkir hanya RP12-14 juta per hari nya. “Ah. Masak sih, nggak mungkin lah masa segitu? Nanti kita akan kroscek kelapangan untuk mengetahui lebih jelasnya, kalau melihat potensi yang ada, banyak sekali, kan banyak usaha baru yang buka di kota ini, kafe-kafe bertaburan, ini omset,” ungkapnya.

Sebelumnya, terungkap dalam Hearing, Kepala Bidang (Kabid) Pembendaharaan, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) setempat, Aklim mengungkapkan bahwa dalam penyetoran retribusi parkir Kota Bandarlampung tak lebih dari Ro14 juta perhari. “Jadi kalau ditelaah kembali kalau dihitung bila dari ujung Tugu Raden Intan hingga teluk per hari setoran pajak cuman berkisar Rp 12 hingga Rp14 juta, masuk akal nggak sih? Ini yag dicakup parkir tepi jalan ya, kita lihat saja harusnya berapa,” ujarnya, Rabu (4/3).

Nah, parahnya lagi bila waktu libur tiba seperti di hari weekend Sabtu serta Minggu, DPKAD mengaku telah sangat berharap apabila pendapatan di Senin kemudian dapat membuat PAD naik drastis, namun faktanya tidak, “Sabtu minggu libur tapi parkir kan nggak libur, senin harapan kita membeludak ruh penyetoran, faktanya hanyan Rp 12 juta-Rp 14 juta perhari sama saja itum kan iringan nya, adalah Bandarlampung ini bila waktu liburan tiba ini lah saat ini pusat tempat makan,hm hiburan melonjak namun yang di setoran hanya segini tak lebih tak kurang,” terangnya. (yen)

LEAVE A REPLY