Belum Bayar Bonus Atlet, DPRD Lampura Panggil Disparpora

0
292

KOTABUMI-Belum dibayarkannya uang bonus bagi para atlet yang telah menyumbang medali emas, perak dan perunggu pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Lampung Tahun 2017, mendapat tanggapan dari Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) setempat.
Sekretaris Komisi IV DPRD Lampura Joni Bedyal menegaskan, pihaknya akan segera memanggil pihak-pihak terkait pemberian bonus bagi para atlet tersebut. Diantaranya, pengurus cabang olahraga (cabor), pengurus KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) setempat, dan pihak Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata (Disporapar).
”Ini kan kita sudah baca di media, kita malu dengan (kabupaten, Red) Way kanan. Kenapa bisa belum dibayarkan. Siapa yang berjanji membayarkan itu? Segera kita panggil pihak terkait,” ujarnya Rabu (11/4).
Tokoh pemuda Kecamatan Muara Sungkai ini menegaskan, jika bonus tersebut layak untuk diberikan kepada siapa saja yang telah mengharumkan nama Lampura. ”Apalagi ini atlet yang sudah bersusah payah memperjuangkan, nama baik kabupaten kita. Segera, saya akan lakukan koordinasi dengan ketua komisi IV, agar (pemanggilan, red) segera dapat dihadirkan,” singkatnya.
Sementara itu, jajaran Pemkab Lampura belum memberikan jawaban resmi terkait belum dibayarkan bonus bagi para penyumbang medali dalam Porprov Lampung Tahun 2017. Semua asisten enggan mengkomentari permasalahan itu, demikian juga dengan Plt bupati yang dikonfirmasi melalui pesan watshap (WA) sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (11/4).
”Saya nggak berani komentar (soal bonus atlet, red),” ujar salah seorang asisten yang dihubungi melalui telepon selulernya.
Saat wartawan koran ini mendatangi kantor Disporapar Lampura, kepala dinas dikatakan tidak berada ditempat. Sementara mobil dinas BE 40 J terparkir di depan masjid An Nur yang di komplek perkantoran itu. ”Bapak nggak ada, nggak tau kemana,” ujar staf wanita yang mengenakan jilbab ini, sekitar pukul 09.30 WIB.
Diberitakan sebelumnya, bonus bagi altet yang berhasil menyumbang medali untuk mengharumkan nama Lampura, pada Porprov Lampung tahun 2017, belum dibayarkan oleh Pemkab.
Manajer Cabang Olahraga (Cabor) Karate, Dwi Hananto menyatakan, cabor karate dalam Porprov 2017, telah berhasil meraih juara umum dengan perolehan 12 emas, 5 perak dan 8 perunggu. ”Pada dasarnya kami selaku pelaku olahraga tidak menyalahkan siapapun dalam situasi ini. Cuma sangat miris masalah bonus yang memang murni haknya atlet dan pelatih, yang sudah dijanjikan pemerintah daerah belum direalisasikan. Kewajiban sudah kami laksanakan, seyogyanya hak kita juga diberikan,” ujar Dwi.
Dikatakan, untuk pembayaran bonus bagi atlet penyumbang medali dijanjikan Pemkab Lampura saat rapat di ruang KONI beberapa waktu, akan direalisasikan bulan Februari 2018 lalu. ”Kami berharap ke depan pembinaan olahraga dapat lebih baik oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.
Setali tiga uang, dengan pernyataan Asisten Menejer Cabor Sepakbola Juanda Basri. Menurutnya, Lampura sudah dua kali berturut-turut menyumbang emas dalam ajang Porprov yakni 2014 di Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), dan Porprov 2017 di Bandarlampung.
Dia juga membenarkan, jika Pemkab Lampura melalui Disporapar menjanjikan bonus untuk para peraih medali dalam Porprov di Bandarlampung, khususnya untuk cabor sepakbola sebesar Rp50 juta. ”Itu uang bonus, bukan uang pembinaan. Karena tim sepakbola Lampura berhasil menjadi juara pertama dalam Porprov Lampung Tahun 2017,” jelasnya.
Namun hingga kini, pihaknya belum memperoleh kabar baik tentang rencana pembayaran uang bonus tersebut, sementara pihaknya selalu ditanya oleh para pemain terkait kejelasan uang bonus tersebut.
”Uang itu sebagai penyemangat bagi para pemain, sehingga dapat secara maksimal mengharumkan nama Kabupaten Lampung Utara dalam event-event lainnya di masa mendatang,” pungkasnya.
Semnatara, Sekretaris KONI Lampura Sutriwiyono membenarkan, soal belum dibayarkannya uang bonus bagi para atlet tersebut. ”Untuk itu, kita terus lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah khususnya Dispora, agar dapat segera dibayarkan. Namun berdasarkan informasi sudah ada titik terang dan kemungkinan tidak lama lagi (akan dibayarkan, red),” kata Sutriwiyono.
Dijelaskan, dalam Porprov 2017, Lampura memperoleh 110 medali, dengan rincian 40 medali emas, 25 perak dan 45 medali perunggu. Sedangkan untuk uang bonus yang diajukan pihaknya bagi peraih medali emas sebesar Rp 10 juta, medali Perak Rp 5 juta, dan Perunggu Rp 2,5 juta. ”Khusus untuk cabor sepakbola sebesar Rp 50 juta, karena jumlah pemainnya banyak,”papar Sutriwiyono.
Lebih jauh ditambahkan, bonus tidak hanya diberikan bagi para atlet saja, tetapi juga para pelatih, untuk pelatih yang anak didiknya meraih medali emas diajukan Rp2 juta, perak Rp1 juta dan perunggu Rp 500 per medali. ” Tapi itu ajuan kita, soal realisasinya kita masih menunggu,” pungkas Sutriwiyono. (rid/rk)

LEAVE A REPLY