Hingga Berakhir Debat Tak Ada Kejutan

0
403

BANDARLAMPUNG-Hingga berakhirnya debat, semua berjalan lancar. Tidak ada insiden besar, dan hanya kesalahan-kesalahan kecil yang mengundang tawa.
Sesi jawaban singkat misalnya, banyak pasangan calon yang gagap memberi jawaban. Jawaban yang mestinya satu kata, tidak jarang dijawab dengan dua atau lebih oleh pasangan calon tertentu.
“Apa, apa itu ..?” jawaban Arinal Djunaidi ketika disodorkan satu kata yang kurang jelas baginya, yaitu e-commerce. Sementara sesi himbauan menarik suara, dimanfaatkan oleh pasangan calon untuk menyebutkan masing-masing nomor urut.
Calon Gubernur M Ridho Ficardo kembali menegaskan, kebersamaan dengan Bachtiar Basri akan lebih mensejahterakan Lampung. “Pilih nomor 1, kami akan lebih mensejahterkan Lampung,” ujarnya.
Herman HN kembali menegaskan pendidikan gratis, berobat gratis, dan perbaikan infrastruktur. Bersama Sutono, Herman meyakinkan akan berbuat seperti ia lakukan di Bandarlampung.
Arinal juga mengingatkan tanggal 27 Juni. ‘Pilih nomor 3 Arinal-Chusnunia,” sebutnya.
Begitu juga Jajuli yang tampil solo atau tampil tanpa calon gubernurnya Mustafa, tetap bersemangat untuk menyampaikan pilihan pada nomor 4.
Berbagai kalangan yang hadir menilai dari awal hingga berakhir, tidak ada kejutan-kejutan. Pasangan calon hanya menegaskan kembali atas apa yang telah disampaikan dalam berbagai kesempatan sebelumnya.
Tak jarang pula ada yang menilai, debat kali ini belum bisa menunjukan mana pasangan calon yang lebih berkompeten dari sisi penilaian publik secara luas. “Coba debatnya di Jakarta, maka secara nasional orang bisa memberi penilaian. Ini debat masih sangat monoton, tidak ada kejutan-kejutan,” sebut YP Djafar yang datang mewakili organisasi kemasyarakatan.
YP menyebut, hanya sesi saling bertanya antarpasangan calon yang agak menarik. Yakni paslon 1 dengan 2 dan paslon 3 dengan 4. “Ini agak menarik, ya sedikit menariklah. Hanya sedikit. Ya tidak saling menukik,” jelasnya seraya berharap debat selanjutnya akan lebih menarik lagi.

TIGA MENIT DILALAP HABIS
Seperti dilansir sebelumnya, saat penyampaian visi misi yang masing-masing pasangan calon diberi waktu tiga menit, memang dilalap habis. Saat sesi ini, calon gubernur M Ridho Ficardo menjamin infrastruktur akan 100 persen baik, dan itu berdasarkan kemajuan yang telah dicapai selama tiga tahun bersama Bachtiar.
Sementara calon gubernur Herman HN mengatakan tidak banyak berjanji, tapi telah terbukti di Bandarlampung. Ia pun menyebut akan memperbaiki infrastruktur dan melanjutkan pendidikan dan berobat gratis. “Tidak hanya SPP yang gratis, namun kita juga akan memberikan pakaian gratis,” ujarnya.
Sedangkan Arinal Djunaidi mengatakan, visi yang ingin dicapai rakyat Lampung berjaya dengan 6 visi, antara lain untuk petani akan menyediakan bibit, pupuk dan obat-obatan.
Dalam kesempatan ini, Arinal memberi kesempatan kepada calon wakilnya Chusnunia atau Nunik menyampaikan visi misi. Nunik menyebut soal kesejahteraan petani.
Jajuli yang tampil sendiri tanpa Mustafa menyebut Lampung maju dan lebih maju lagi antara lain dengan 4 program, seperti pendidikan dan kesehatan.

HARAPKAN MANFAATKAN WAKTU

Diberitakan sebelumnya, Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono mengharapkan empat pasang calon gubernur dan wakil gubernur menggunakan kesempatan debat sebaik-baiknya.
“Kita telah menyiapkan 9 doktor dari berbagai bidang keilmuan sebagai pakar. Kita jamin para pakar ini netral dan tidak terlibat dalam partai politik,” ujar Nanang saat membuka debat Sabtu (7/4) malam Minggu.
Semua pasangan calon hadir, minus Mustafa yang masih belum dapat izin dari KPK untuk menghadiri debat.
Pantauan di lapangan, pendukung pasangan calon berderet mengikuti pasangan calon. Dari kiri ke kanan ruangan mulai dari pasangan calon nomor urut 1 hingga 4. Di setiap antara massa pasangan calon dikawal setidaknya satu orang polwan. Debat berlangsung dengan moderator Juwendra Ardiansyah..
Namun saat debat berlangsung pengamanan antara pendukung pasangan calon ditambah. Tidak hanya satu polwan tapi juga ditambah polisi berpakaian biru. (ost)

LEAVE A REPLY