BANDARLAMPUNG-Baru beberapa bulan diresmikan, flyover Pramuka di Kecamatan Rajabasa Bandarlampung sudah mengalami kerusakan.

Dari pantauan di lokasi, setidaknya ada 1 titik beton penyangga yang patah dan 1 titik lainnya retak.
Keduanya merupakan plat beton penyangga lantai flyover berukuran 1×1 meter berbentuk segi empat. Plat pertama patah, dan posisi plat agak turun. Sedangkan titik kedua mengalami keretakan.

Saat dihubungi wartawan mengenai keretakan tersebut, Plt Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar segera melakukan pengecekan ke lokasi.

Ia mengatakan akan secepatnya menindaklanjuti perihal kerusakan di Fly Over Pramuka. Hal ini diungkapkannya saat melakukan tinjauan di Fly Over Pramuka, Selasa (13/3). “Besok akan saya koordinasikan dengan tim ahli supaya ada perbaikan di sini,” ucapnya.

Menurut dia, posisi papan yang direkatkan dengan besi pada titik retak itu sangat disayangkan. Sehingga atas temuan tersebut ke depan akan dirembukkan dengan tim ahli. “Ini jelas bahaya. Kalau pun papan ini dimaksudkan untuk menahan beban seharusnya secara vertikal, bukam horizontal seperti ini,” tuturnya.

Selain ada keretakan, terdapat pula bagian samping Fly Over Pramuka yang konstruksinya terlihat tidak merekat.

Menurut dia, hal itu juga akan menjadi atensi tim ahli. “Dalam tim ahli itu ada juga dari Dinas PU. Intinya temuan temuan ini segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

“Saya belum bisa memastikan seperti apa perbaikan ke depannya. Nanti tim ahli yang akan memutuskan,” timpalnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung, Wahyu Lesmono mengatakan, belum bisa bekomentar, sebab belum melakukan pengecekan di lapangan.

“Saya belum melihat secara pasti, harus sidak dulu ke lapangan,”kata Wahyu saat dihubungi melalui telepon.

Jika memang ada keretakan, maka Komisi III segera panggil Dinas PU dan pihak rekanan, untuk mendengar langsung, apakah berbahaya atau tidak,”tandasnya.

Hal senada disampaikan oleh Anggota Komisi lainnya, Erika Novalia Sani.
Menurutnya, jika memang ada keretakan memang harus melakukan pemanggilan tim ahli, apakah berbahaya atau tidak untuk pengendara.

“Kami minta pemerintah dan forum lalu lintas untuk panggil tim ahli, karena hal ini menyangkut nyawa manusia,”ujar dia. (yen)

LEAVE A REPLY