BANDARLAMPUNG-Dinas Lingkungan hidup (DLH) Kota Bandarlampung, melakukan insfeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Belleza di Jl Sultan Haji, Kecamatan Kedaton, untuk mengecek adanya dugaan limbah rumah sakit yang bocor dan mengeluarkan bau yang tidak sedap pada sumur warga di sekitar RS, Selasa (6/1).

Dalam kesempatan itu, tim DLH mengecek setiap sudut drainase dan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) rumah sakit dan mengambil sample air sumur warga yang diduga tercemar limbah IPAL. “Ini kita lihat, pada gambar IPAL dan fakta di lapangan tidak sesuai dan juga IPAL tidak ada water meter sehingga debet air limbah tidak bisa diketahui dan juga ini ada presedur kolom limbah yang keliru,” celetuk salah seorang tim DLH yang sedang mengecek air limbah RS Belleza.

Sementara, Kepala Bidang Lingkungan Hidup DLH Kota Bandarlampung Cik Ali, mengungkapkan, dari hasil pengecekan sistem pengelolaan limbah RSIA Belleza sudah mempunyai instalasi pengelolaan air limba (IPAL). Namun, peroses pengelolaan limbah kurang maksimal, sehingga limbah yang sampi ke pembuangan kurang maksimal atau masih mengandung bakteri.

Nha, fungsi Ipat sendiri tidak lain untuk mengurai bakteri agar limbah yang dibuang ke saluran air tidak berbahaya. limbah sebelum di buang terlebih dahulu di proses melalui in-led kemudian masuk ke peroses pengendapan, setelah melalui pengendapan limba masuk ke andairod, disinila proses penguraian bakteri, tabung tersebut diberi bayobol atau rumah bakteri. 

“Bayobol atu rumah rumah bakteti ini karena tidak ada saringanya terbawa arus masuk ke andaitod, sampai outled(pembuangan). sehingga pegurayan bakterinya tak maksimal,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya meminta pihak RS Belleza dapat memperbaiki IPAL tersebut karena selain pengelolaannya kurang maksimal, bentuk IPAL juga yang ada tidak sesuai dengansite-plan yang atau perencanaan awal dan tidak sesuai antara fakta dan gambar.

“Kami minta pihak RS untuk memperbaiki sistem pengelolaaannya. Selain itu, kita juga minta drainase di perbaiki disesuikan dengan kemiringan agar air drainase mengendap sehingga dapat mencemari sumur warga,” tandasnya.

Namun sidak DLH seakan-akan tidak ada tanggapan ataupun tak diperdulikan oleh pihak RS Beleza, karena pihak Belleza merasa tidak ada permasalahn dengan limbah yang mencemari sumur warga setempat.

Menurut warga setempat yang ikut dalam peninjauan pihak DLH, Abdul Mutholib RS Belleza saat ini saja masih minim paseinnya limbahnya sudah mencemari sumur warga apalagi kedepan apabila pasien di RS tersebut sudah ramai. “Ini sekarang aja air limbah RS sudah mencemari sumur warga apalagi kalau rumah sakit ini sudah dipenuhi oleh pasein tentunya kapasitas limbahnya meningkat,” jelasnya.

Sementara pihak RS Beleza Manager HRD, Sutikno saat diwawancarai awak media terlihat tak perduli dengan laporan warga, ia hanya mengatakan tidak ada masalah dan lihat hasil dari uji laborotoriun saja. Namun, pihaknya akan melaksanakan apa yang diintruksikan oleh pihak DLH.

“Kalau limbahnya gak ada masalah, kita tunggu saja hasilnya. Kalau masalah pembenahan drainase nanti akan kita laporkan dahulu kepada atasan, apa yang dintruksikan DLH,” tukasnya.

Terpantau saat sidak DLH warna sumur di Musola Al Ikhlas lingkungan setempat warnanya keruh tak berbeda dengan air limbah yang berada di RS Beleza, aroma dari air sumur di musola tersebut berbau menyengat. (ron)

LEAVE A REPLY